Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

5 Cara Kerja Reksa Dana Saham

Reksa Dana Saham adalah jenis reksa dana yang investasi utamanya ditempatkan pada saham-saham yang terdaftar di pasar modal. Tujuan utama dari reksa dana saham adalah untuk memperoleh imbal hasil yang tinggi melalui kenaikan harga saham dan pembagian dividen dari perusahaan-perusahaan yang sahamnya dibeli. Sebagian besar dana yang terkumpul dari para investor akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam berbagai saham yang dipilih berdasarkan strategi investasi yang telah ditentukan.

Dengan karakteristik ini, reksa dana saham memiliki potensi keuntungan yang lebih besar, tetapi juga membawa risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis reksa dana lainnya, seperti reksa dana pendapatan tetap atau pasar uang. Reksa dana saham cocok untuk investor yang memiliki tujuan investasi jangka panjang dan mampu menanggung fluktuasi pasar yang tinggi.

Reksa Dana Saham adalah salah satu jenis reksa dana yang menempatkan sebagian besar dananya pada instrumen saham. Cara kerja reksa dana saham dapat dijelaskan dalam beberapa langkah berikut:

1. Pengumpulan Dana Investor 

Investor yang tertarik untuk berinvestasi dalam reksa dana saham membeli unit penyertaan reksa dana. Uang yang terkumpul dari seluruh investor ini akan dikelola oleh manajer investasi.

2. Penempatan Dana pada Saham

Dana yang terkumpul kemudian diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam saham-saham yang terdaftar di pasar saham, sesuai dengan tujuan dan strategi investasi reksa dana tersebut. Saham yang dipilih umumnya berasal dari perusahaan-perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan yang baik.

3. Diversifikasi

Manajer investasi akan melakukan diversifikasi, yaitu pembagian dana ke berbagai saham dari berbagai sektor atau perusahaan. Tujuan dari diversifikasi ini adalah untuk mengurangi risiko investasi, karena jika salah satu saham turun, kinerja saham lainnya dapat mengimbanginya.

4. Pemantauan dan Penyesuaian Portofolio

Manajer investasi secara aktif memantau pergerakan pasar dan kinerja saham yang ada dalam portofolio. Jika diperlukan, manajer investasi akan melakukan penyesuaian dengan membeli saham baru atau menjual saham yang sudah tidak menguntungkan.

5. Nilai Aktiva Bersih (NAB)

Setiap hari, nilai dari reksa dana saham dihitung berdasarkan harga pasar dari saham-saham yang ada dalam portofolio. Nilai Aktiva Bersih (NAB) ini menunjukkan harga satu unit penyertaan reksa dana yang akan dibeli atau dijual oleh investor. Perubahan NAB terjadi karena fluktuasi harga saham yang dimiliki oleh reksa dana.

Kesimpulan

Keuntungan utama dari reksa dana saham adalah potensi imbal hasil yang tinggi, namun juga diiringi dengan tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan jenis reksa dana lainnya. Oleh karena itu, reksa dana saham cocok bagi investor yang memiliki profil risiko lebih tinggi dan horizon investasi jangka panjang.